ISTIRAHATLAH KATA-KATA
istirahatlah
kata-kata
jangan
menyembur-nyembur
orang-orang bisu
orang-orang bisu
kembalilah ke
dalam rahim
segala tangis dan kebusukan
dalam sunyi yang meringis
tempat orang-orang mengikari
menahan ucapannya sendiri
segala tangis dan kebusukan
dalam sunyi yang meringis
tempat orang-orang mengikari
menahan ucapannya sendiri
tidurlah,
kata-kata
kita bangkit nanti
menghimpun tuntutan-tuntutan
yang miskin papa dan dihancurkan
kita bangkit nanti
menghimpun tuntutan-tuntutan
yang miskin papa dan dihancurkan
nanti kita
akan mengucapkan
bersama tindakan
bikin perhitungan
bersama tindakan
bikin perhitungan
tak bisa lagi
ditahan-tahan
solo
sorogenen, 12 agustus 88
wiji thukul
buku: nyanyian akar rumput
wiji thukul
buku: nyanyian akar rumput
PERINGATAN
Jika rakyat
pergi,
Ketika penguasa
pidato
Kita harus
hati-hati
Barangkali mereka
putus asa
Kalau rakyat
bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan
masalahnya sendiri
Penguasa harus
waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat
berani mengeluh
itu artinya
sudah gawat
dan bila
omongan penguasa
tidak boleh
dibantah
kebenaran
pasti terancam
apabila usul
ditolak tanpa ditimbang
suara
dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh
subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada
satu kata
LAWAN!
- wiji thukul-
DIBAWAH SELIMUT KEDAMAIAN PALSU
apa gunanya ilmu
kalau hanya untuk mengibuli
apa guna baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu
di mana-mana moncong senjata
berdiri gagah
kongkalikong
dengan kaum cukong
di desa-desa
rakyat dipaksa
menjual tanah
tapi, tapi, tapi, tapi
dengan harga murah
apa guna baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu
- wiji thukul-
NYANYIAN AKAR RUMPUT
jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di
tembok-tembok
dicabut
terbuang
kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk
presiden!
BUNGA DAN TEMBOK
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka
membangun
Rumah dan merampas
tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka
membangun
Jalan raya dan pagar
besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi
kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok
itu
Tapi di tubuh tembok
itu
Telah kami sebar
biji-biji
Suatu saat kami akan
tumbuh bersama
Dengan keyakinan:
engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani
harus tumbang!
- wiji thukul-
No comments:
Post a Comment