Search This Blog

PERNGERTIAN PUISI

Pengertian puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Dalam puisi, kita dapat mengungkapkan berbagai hal, seperti kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan yang kamu ungkapkan dalam bahasa indah. Hanya saja kamu jarang menyadarinya bahwa itu adalah puisi.


1. MAJAS DAN IRAMA

Teks puisi merupakan teks yang mengutamakan majas dan mengutamakan irama.

  • Majas (figurative language) adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya. Untuk menimbulkan kesan-kesan tersebut, bahasa yang dipergunakan berupa perbandingan, pertentangan, perulangan, dan perumpamaan. Majas yang biasanya digunakan adalah majas personifikasi, majas paralelisme, majas metafora, majas hiperbola, dan majas perumpamaan.
  • Irama (musikalitas) adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Irama berfungsi untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam sebuah puisi yang pada akhirnya dapat membangkitkan emosi tertentu seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia.

2. PENGGUNAAN KATA - KATA KONOTASI

Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata itu telah mengalami penambahan-penambahan, baik itu berdasarkan pengalaman, kesan, maupun imajinasi, dan perasaan penyair. Kata-kata dalam puisi memang banyak menggunakan kata-kata bermakna konotatif. Kata-kata itu merupakan kiasan atau merupakan suatu perbandingan.

3. KATA BERLAMBANG

Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya, rantai dan padi kapas dalam gambar Garuda Pancasila, tunas kelapa sebagai lambang Pramuka. Lambang-lambang itu menyatakan arti tertentu yang bisa dipahami umum.

Untuk kata-kata dalam puisi, seperti kata putih yang melambangkan kesucian atau kebersihan, bunga yang melambangkan kecantikan, api yang melambangkan kemarahan, dan baja yang melambangkan kekuatan atau ketangguhan.

4. BERIMAJINASI DALAM PUISI

Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair. Dengan kata-kata yang digunakan penyair, pembaca seolah-olah mendengar suara (imajinasi auditif), melihat benda-benda (imajinasi visual), atau meraba dan menyentuh benda-benda (imajinasi taktil).

KUMPULAN PUISI - PUISI CINTA


CINTA
Cinta bisa memberikan cahaya
Pada mata yang sekalipun buta
Cinta juga bisa jadi petaka
Meski pada orang yang di surga
Ah, biarlah …
Cinta tak butuh kata-kata.
Karena cinta hanya butuh kepastian.


CERITA CINTA
Aku yakin kamu punya cerita
Cerita saat kita bertemu
Akupun juga punya cerita
Cerita saat kita bertemu

Cerita kita jadikan satu
Agar kelak bisa menjadi kisah
Untuk anak cucu kita.
-9 September, 2019-

PERCUMA
Percuma cinta jika tak sayang..
Percuma cinta jika tak rindu..
Karena cinta tak melulu tentang rindu dan sayang
Cinta yang sejati adalah cinta yang saling menghargai.
-9 September, 2019-

KUMPULAN PUISI - PUISI KEMERDEKAAN


HARI KEMERDEKAAN

" Akhirnya tak terlawan olehku
tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku menyerah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal

tanah dimana kuberpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak kepecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan

menjelang subuh aku sendiri
jauh dari tumpahan keriangan dilembah
memandangi tepian laut
tetapi aku menggengam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan."

Puisi Chairil Anwar



KUMPULAN PUISI - PUISI CHAIRIL ANWAR


Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku  mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulan yang terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
-CHAIRIL ANWAR-

KUMPULAN PUISI - PUISI UNTUK GURU


KAULAH SANG PAHLAWAN

Engkau dilahirkan untuk kami
Karena engkau adalah sang pahlawan
Yaa.. memang kita sudah merdeka
Tapi...kehadiranmu sangatlah penting
Karena engkau, kami bisa seperti ini
Karena engkau juga kami bisa berhasil
Kau adalah pahlawanku..
Yaa.. pahlawan tanpa tanda jasa

Setiap hari engkau membimbing kami
Tanpa ada rasa lelah sedikitpun
Meskipun kami suka bandel.
Tapi engkau tetap sabar membimbing kami
Hingga kami berhasil sampai seperti ini.
Terima kasih guruku..
Terima kasih pahlawanku.
-9 September, 2019-


KUMPULAN PUISI - PUISI TENTANG ALAM


ALAMKU SAYANG ALAMKU MALANG

Dahulu hutan rimba begitu menawan
Terbentang luas dan membubung tinggi diangkasa
Tumbuh dan berkembang ditanah perwan
Sehingga dapat membuatku terpesona

Tapi kini engkau perlahan pergi menghilang
Yang dulu rindang kini menjadi gersang
Engkau pergi ditangan manusia yang jalang
Dan kini kau tergantikan dengan tingginya gedung

Alamku sayang, alamku malang...
Jangan marah ya sayang..
- 9 September, 2019-



KUMPULAN PUISI - PUISI BEBAS

KERJA

Kamu bekerja..
Kamu giat bekerja..
Tapi.. Tapi...
Gajimu bercanda.
hee..hee..hee..

MALAM SUNYI

Malam ini terasa sepi
Seperti tidak ada kehidupan
Aku duduk diteras rumahku
Berharap ada orang lewat
Sehingga aku bisa menyapaya
Tetapi, tidak ada satupun
Malam ini terasa sunyi sekali
Aku hanya menyapa angin malam
Tumbuhan depan rumahku
dan rembulan

PUISI DIKAMAR MANDI

Aku jongkok di WC rumahku
Merenungkan semua apa yang telah terjadi
Tapi, aku tidak memikirkanya
Aku hanya merasakan nikmat
Setelah aku mengeluarkan semuanya
dan... aku lega...

KUMPULAN PUISI - PUISI TAUFIK ISMAIL



16:30

Di pusat Harmoni
Pada papan adpertensi
(Arloji Castell)
Tertulis begini : Dunia Kini
Membutuhkan Waktu Yang Tepat

Di belakangnya langit pagi
Tembok sungai dan kawat berduri
Pengawalan berjaga. Di istana

Arloji Castell
Berkata pada setiap yang lewat
Dunia Kini
Membutuhkan Waktu Yang TepaT

-TAUFIK ISMAIL-

DARI CATATAN SEORANG DEMONSTRAN

Inilah peperangan
Tanpa jenderal, tanpa senapan
Pada hari-hari yang mendung
Bahkan tanpa harapan
Di sinilah keberanian diuji
Kebenaran dicoba dihancurkn
Pada hari-hari berkabung
Di depan menghadang ribuan lawan
-TAUFIK ISMAIL-

MALU AKU JADI ORANG INDONESIA 
(Karya Taufik Ismail)

Di negeriku yang didirikan pejuang religius
Kini dikuasai pejabat rakus
Kejahatan bukan kelas maling sawit melainkan permainan lahan duit

Di negeriku yang dulu agamis
Sekarang bercampur liberalis sedikit komunis
Ulama ulama diancam karena tak punya pistol
Yang mengancam tinggal dor

Hukum hukum keadilan tergadai kepentingan politis
Akidah akidah tergadai materialistis

Aku hidup di negara mayoritas beragama Islam
Tapi kami tersudut dan terancam
Telah habis sabarku
Telah habis sabar kami

Pada presiden yang tak solutif
Pada dewan dan majelis yang tak bermufakat
Pada semua bullshit yang menggema saat pemilu
Pada nafsu yang didukung asing dan aseng
Rakyat kelas teri tak berdosa pun digoreng

Kusaksikan keindahan negara yang menegakkan khilafah
Diceritakan hidup mereka sejahtera
Lalu ditanyai dari mana asalku
Kusembunyikan muka
Tak kujawab aku dari Indonesia
Negara yang kini tumbuh benih islamophobia

KUMPULAN PUISI - PUISI W.S RENDRA



MASKUMAMBANG


Meskipun hidup berbangsa politik,
Tetapi polotik
Tidak boleh menjamah kemerdekaan
Iman dan akal
Didalam daulat manusia
Namun daulat manusia
Dalam kewajaran hidup bersama didunia
Harus menjaga daulat hukum alam,
Daulat hukum masyarakat
Dan daulat hukum akal sehat.
- W.S RENDRA-

PERMINTAAN



Wahai, rembulan yang pudar
Jenguklah kekasihku!
Ia tidur sendirian
Hanya berteman hatinya yang rindu.
- W.S RENDRA-

GEREJA OSTANKINO, MOSKWA

Menaranya cukup tinggi
tapi menggapai sia-sia.
Pintunya mulut sepi
rapat terkunci
derita lumat dikunyahnya.
- W.S RENDRA-

KENANGAN DAN KESEPIAN

Rumah tua
dan pagar batu.
Langit di desa
sawah dan bambu.

Berkenalan dengan sepi
pada kejemuan disandarkan dirinya.
Jalanan berdebu tak berhati
lewat nasib menatapnya.

Cinta yang datang
burung tak tergenggam.
Batang baja waktu lengang
dari belakang menikam.

Rumah tua
dan pagar batu.
Kenangan lama
dan sepi yang syahdu.
- W.S RENDRA-

DONGEN PAHLAWAN

Pahlawan telah berperang dengan panji-panji
berkuda terbang dan menangkan putri.
Pahlawan kita adalah lembu jantan
melindungi padang dan kaum perempuan.
Pahlawan melangkah dengan baju-baju sutra.

Malam tiba, angin tiba, ia pun tiba.
Adikku lanang, senyumlah bila bangun pagi-pagi
kerna pahlawan telah berkunjung di tiap hati.
- W.S RENDRA-


KUMPULAN PUISI - PUISI WIJI THUKUL



ISTIRAHATLAH KATA-KATA


istirahatlah kata-kata
jangan menyembur-nyembur
orang-orang bisu
kembalilah ke dalam rahim
segala tangis dan kebusukan
dalam sunyi yang meringis
tempat orang-orang mengikari
menahan ucapannya sendiri
tidurlah, kata-kata
kita bangkit nanti
menghimpun tuntutan-tuntutan
yang miskin papa dan dihancurkan
nanti kita akan mengucapkan
bersama tindakan
bikin perhitungan
tak bisa lagi ditahan-tahan
solo sorogenen, 12 agustus 88
wiji thukul
buku: nyanyian akar rumput

PERINGATAN
Jika rakyat pergi,
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata
LAWAN!
- wiji thukul-

DIBAWAH SELIMUT KEDAMAIAN PALSU


apa gunanya ilmu
kalau hanya untuk mengibuli
apa guna baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu
di mana-mana moncong senjata
berdiri gagah
kongkalikong
dengan kaum cukong
di desa-desa
rakyat dipaksa
menjual tanah
tapi, tapi, tapi, tapi
dengan harga murah
apa guna baca buku
kalau mulut kau bungkam melulu
- wiji thukul-

NYANYIAN AKAR RUMPUT


jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang
kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!
 - wiji thukul-

BUNGA DAN TEMBOK


Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!
- wiji thukul-


DAFTAR KUMPULAN PUISI - PUISI

DAFTAR KUMPULAN PUISI - PUISI

Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna. ... Puisi lama masih terikat dengan jumlah baris, bait, ataupun rima ( sajak ). Puisi lama adalah pantun dan syair. berikut saya beri kumpulan puisi - puisi.